Hey, kenapa akhir-akhir ini selalu hujan? Apa yang kalian mau? Membuat diriku terbayang atas kenangan bersamanya? Kalian tau? Sungguh sakit, jika kalian tau bahwa orang yang kalian sayang dalam jeda waktu yang sangat lama dengan gampangnya menghapus rasa apa yang sudah kalian simpan lama, berbulan-bulan berhari-hari. Mengapa aku seperti ini? Bersikap seperti ini? Tak kusangka dia melakukan seperti itu terhadap ku, entah tega sekali. Aku disini susah payah untuk melupakan rasa itu.
Mencoba tersenyum, membuat diriku senang untuk sesaat.Mengapa aku bilang sesaat? Dimana aku berusaha untuk senang, berusaha membuaat mood ku terjaga dengan baik. Setelah itu, setelah aku terlepas dari kesenangan itu, dan aku mulai sendiri. Aku mulai merasakan rasa sakit itu, lagi, lagi dan lagi.
Keikhlasan membuat diriku mengert apa arti cinta sesungguhnya. Membiarkan dirinya mencintai wanitanya dengan tulusitu sudah membalas perjuangan ku untuk mencintainya dari jauh. Memang jika aku jujur melupakan rasa ini tidak segampang membuang sampah pada tempatnya.
Menghilang yang ingin ku lakukan, melupakan semua ini sampai kapan? Aku telah menyakiti diri sendiri? Hey? Ada apa ini? Mengapa aku berbicara seperti ini. Tolong aku.
Bunga mawar terlihat hancur digenggaman ku. Sampai sekarang aku tak suka bunga itu. Dia menutupi keindahannya dengan duri yang melekat pada tubuhnya, aku tau alasan mengapa dia melakukan itu. Seperti cinta, perjuangan untuk menikmati pucuknya harus menyentuh duri yang akan melukai kita. Mungkin ada alasan yang lebih baik untuk saat ini, mungkin aku ditakdirkan untuk menyentuh duri itu sekarang. Entah duri apa yang melukai diriku sampai luka ini tak kunjung sembuh, aku mengambil pelajaran dari semua ini.
Aku mengenal cara mencintai seseorang dari cara yang lain, mengikhlaskan seseorang untuk seseorang yang lebih baik, dan lebih menutup hati saat ini untuk suatu saat nanti mendapatkan yang lebih baik.
Gue udah lega..
Walaupun semua cerita ini sesaat ingin sekali membunuh ku. Ketika suatu cobaan terberat menghampiri ku, dan aku dipaksa untuk pergi dari cerita bahagia yang sekarang telah hilang seperti angin yang menghembus pergi. Aku pernah mendengar satu kalimat "Jika ia hanya menjadi angin, ia akan membahagiakanmu sesaat dan jika ia pergi ia tak akan kembali ketempat semula".
Dan itu semua membuat diriku sangat yakin bahwa tak ada yang lebih baik untuk mencoba ikhlas. Mengapa? Karna ikhlas tidak akan melukai siapapun.
rvr