Kamis, 19 Oktober 2017

Embun Pagi dalam 19 tahun

Malam ini, waktu menunjukan 23.38 aku tau ini bukan malam yang biasa menurut ku mungkin sama saja untuk mu. Mungkin aku terlalu berlebihan untuk memperlakukan seseorang dalam hidupku, terlalu menghargai siapapun orang yang berada didekat ku. Apakah begini rasanya menjadi orang yang tidak dihargai atas ketulusannya? Apakah begini rasanya tersadar dari mimpi yang sebnarnya kau diabaikan, kau sebenarnya dipermainkan?

Salahkah aku jika aku hanya menyita waktumu malam ini hanya beberapa jam? Melewati jam 00.00 bersama ku? Apakah salah? Tetapi kau abaikan aku, maaf jika aku terlalu egois untuk memiliki mu malam ini. Kau boleh mengecewakan ku kapan mu, apakah aku minta untuk malam ini jangan? Aku berlebihan ya? Aku berubah lagi ya? Apakah kejelekan ku tetap sama? Ah ditahun yang baru aku juga belum berubah. Maafkan aku.

Jika sebenarnya tengah malam bukan menjadi teman yang baik kali ini, dan tengah malam meinta izin untuk menjatuhkan embun pagi lebih awal. Maafkan, maafkan daku. Jika menghancurkan tengah malam mu yang menjadi akhir 18 dan awal untuk 19.

Mayat Hidup,2017

Minggu, 01 Oktober 2017

Malam itu,..

Kini musim hujan kembali datang mengguyur kota ku, tak lagi kopi dalam senja tetapi kopi penghangat dalam hujan. Kali ini Rindu mengajakku dalam segelas teh hangat, dalam kedai nasi goreng yang daku dengannya sengaja duduk dekat televisi yang memutar pertandingan sepakbola lokal. Sempat diriku merasakan seperti diduakan oleh pertandingan tersebut, tatapannya memang tak lepas untuk menatap ku.Akan kau buat menikmati malah yang tidak seperti biasanya, menurut ku ini benar. Cukup satu kejadian, iya satu peristiwa.

Malam itu hujan, sangat deras, dan kau sangat kedinginan. Ku mengusap tangan mu. Kau menggenggam tangan ku. Membiarkan pundak mu menjadi sandaran ku karna terlalu lama menunggu hujan reda. Memeluk ku karna ketakutan ku akan kilat dan petir yang menyambar. Malam itu sangat sederhana tanpa kopi dan tanpa lampu lampu redup yang menenangkan. Sederhana dengan cinta pada malam.



Senin, 28 Agustus 2017

Sebulan Tiga Hari

kembali ku duduk di lorong sepi, sendiri.
hembusan angin yang menggerakkan ranting-ranting pohon menjadi irama yang indah. Aku menikmatinya.

huhh, aku benci sepi
aku benci keheningan ini, dimana otak ku memacu akan datangnya pikiran tentang mu. Aku menyukai mu, bukan begitu? hahh semua orang sudah tau akan hal itu. Bagaimana dengan mu? Bagaimana dengan janji? Perlakuan manis yang membuat diriku diambang harapan lebih?

Kembali ku mengingat kejadian suatu malam, dimana aku lelah akan suatu pagelaran dan kau datang menemani makan malam. Itu hari yang spesial untukmu, ingin ku beri hal yang spesial tapi tiba-tiba tercipta luka dalam hati yang enggan memberikan hal spesial untuk malam itu. Aku sangat ingat luka itu. Ketika rasa yang sudah tercipta dan aku sudah melangkah jauh, dan kenyataannya kau terdiam, bingung antara melangkah bersama ku atau pergi meninggalkan. Itu sungguh sakit

Benar apa kata mereka, wanita sangat ahli untuk mengingat rasa sakit walau ttelah memaafkan. Ahh lupakan lah.

keesokammua, dimana aku benar-benar pergi, dimana aku benar-benar memilih untuk pergi. Kau datang menarik ku untuk tetap tnggal, ahh kau hebat sekali dalam menerbangkan dan menjatuhkan hati.

dan sekarang, kemari, sebulan tiga hari yang lalu kau buat aku menjadi milikmu dengan sangat sederhana, mennjadikan aku Ratu dalam singgah sana mu. Aku bahagia namun takut. Takut dengan ulasan yang kau berikan sebelum memulai ikatan ini, aku menjadi semakin hati-hati, benar takut untuk memulai, dan takut untuk kau pergi dari hidupku.

21 Agustus 2017
RvR

Senin, 10 Juli 2017

Kecewa?

Cinta kali ini ku kecewa.

ada hati yang kucintai penuh arti. Dengan kesabaran dan pengertian. Tanpa amarah walau keresahan, kegelisahan hanya bisa ku pendam. Aku mencintainya dengan tulus, walau aku tau dia masih ragu akan memilih jalan bersama ku atau memilih jalan lain. Ini yang menjadi keresahan,..
apakah aku haru juga untuk ragu?
Aku hanya kembali takut jika rasaku sudah terlalu dalam untuknya, hingga nanti aku sulit untuk mencabut rasa yang ku tanam terlalu dalam.
Peri cinta mengapa ini selalu begitu rumit?
Aku bahagia tetapi rasa sakit mengikuti ku, apa salah ku? Hingga cinta pun ragu terhadapku, walaupun aku tau resiko jatuh cinta ialah terjatuh dan terhempas.

Senin, 03 Juli 2017

Merelakan,..

Benar, luka tidak memiliki suara. oleh sebab itu air mata jatuh tanpa bicara. 
Ketika hati tetap bertahan dalam rasa yang cukup lama, memang bodohnya diriku berjuang sendirian bertahan dengan rasa yang telah terpahat rapih dalam hati. sedangkan yang terpahat menantikan orang lain. 

Relakanlah dia,..
Iyaa, aku hanya bisa merelakannya bahagia bersama pilihannya, biar aku yang pergi, biar aku yang tersakit, biar aku yang berhenti mengharapkan mu. Aku tau tuhan akan menguatkan hati dan menentukan jalan yang terbaik nantinya. Biarkan aku ikhlas merelakannya, dengan senyum yang terlukis dalam wajahnya walah hancur terasa.

DewiSartika
2017.RvR

Senin, 29 Mei 2017

Entah ini tidak penting wkwk

Kali ini aku merasakan cinta yang sangat berbeda.
Ahhh aku selalu bilang berbeda. Memang suatu kisah cinta mempunyai suatu kenangan yang berbeda.
Dahulu aku disibukkan dengan arti menunggu, kerinduan yang tak berujung, terperangkap dalam rasa yang salah, kini? diriku disibukkan dengan rasa cinta yang sangat sederhana indahnya dari segala perilakunya terhadap ku. 

Hati memang bisa benar bisa salah, terkadang peri cinta tepat dalam memanahkan panah cintanya. Aku? Mungkin selalu menyalahkan mengapa diriku bisa diberikan rasa "jatuh hati" kepada seseorang yang tidak bisa ku taruh hati karna ia telah terikat dengan yang lain. Setiap saat diri ku selalu menyalahkan hati, mengapa harus dia mengapa bukan yang lain, untuk jatuh cinta kepada dirinya itu sebuah kesalahan. Hanya itu yang ada dalam benakku. Ternyata sang Waktu berkata lain.

Entah keajaiban apa, ia datang membawa hati yang tidak terikat kepada ku. Mengobati lukaku memberikan kesejukan, sangat sederhana. Cukup hanya berada didekatnya aku merasakan kenyaman dan aman. Romantis tidak, aku hanya membuat ini berjalan sesuai alurnya. Entah rasa ini mau dibawa sampai mana. Kisaah cinta yang kali ini kujalani bukan seperti kisah cinta, melainkan hanya kisah hidup yang ia menjadi lawan mainnya, tidak dramatis tetapi realistis. Aku pun hanya mengabaikan ego apa yang kuinginkan dan sebagaimana, tetapi aku hanya berfikir bagaimana diriku mengerti akan dirinya, bagaimana aku bisa menemaninya setiap ia membutuhkan ku. Yap, berkorban. Berikan apa yang bisa kau berikan, jangan berlebihan sewajarnya saja. Jadikan dirimu benar-benar dirimu bukan oranglain.

Tibatiba diriku teringat oleh sesuatu pemikiran ku dahulu, yaa jatuh cinta? Kau sudah harus bersiap dimana hati mu akan tersakiti, resiko yang kekal dalam cinta. 

Jumat, 07 April 2017

Hari ini setiap detik ku penuh makna, angin yang menjatuhkan daun dalam gerimis yang kali ini kurasakan sangat menenangkan. Secangkir kopi panas yang ia buatkan untukku. Pahit, tapi ini tulus. Kejutan kecil dalam hal kecil pun membuat ku seperti tuan putri dan ia pangeran ku. Apakah secepat itu? Setidaknya hati ku bisa merasakan bagaimana hati ini bisa untuk dicintai.

Minggu, 19 Maret 2017

Telah Ku Biarkan Kau Pergi~

Bukan cahaya yang selalu ku inginkan, melainakan cahaya redup yang menenagkan. Terkadang sesuatu yang diharapkan sempurna, sang waktu merealisasikan sebaliknya. Sakit hati yang kurasa bukan sebuah luka dari seseorang, melainkan luka ini ku buat sendiri. Diriku dengan hebatnya menutupi semua hal yang kurasakan dengan bibir ku yang melengkung sempurna, dan mengatakan "Tak apa ini semua untukku, perlahan akan ku lupakan".

Hal yang kulakukan hanya hal yang sangat sederhana, tak semua orang pun tau apa yang ku rasakan dan apa yang ku pendam. Aku menemukan titik kebahagiaan ku yang sungguh ingin ku dapat tapi tembok ini terlalu sulit untuk ku lewati. Aku bisa melihat sebuah kebahagiaan itu yang perlahan memberiku kesederhanaan dalam bahagia. Ketika aku ingin lebih mengenal sesuatu yang dikatakan bahagia, seseorang berkata "Lebih baik kau tau dan jangan mengenalnya lebih dalam tentang bahagia itu". 

Kali ini benar ku tatap bahagia ku kali ini, dalam hati mengatakan selamat tinggal. "Aku melepaskan mu wahai bahagia ku." Hanya itu, aku belandaskan alasan yang tidak logis dalam hal ini. Mengapa aku harus melepaskannya? Mungkin kalian berfikir bahwa aku berharap sesuatu yang tidak harus di harapkan tetapi diperjuangkan. Karna aku tau cara yang terbaik untuk saat ini ialah dilepaskan bukan bebas yang tetap mengikat suatu harapan dalam hati.

Ini sakit, lebih sakit, sungguh sakit. Benar dalam diam aku bersuara, ku berteriak melepaskan apa yang kurasakan, hingga telinga sendiri pun tak mendengarnya. Ketika aku tersadar aku hancur tanpa harapan. 

Dewi Sartika 2017
RvR

Minggu, 12 Maret 2017

Cinta dan Waktu~

"Indah ku lihat senyummu kali ini"
Cukup sudah itu bisa menyampaikan semua rasa ada dihati, sungguh aku tak bisa berfikir jika senyum itu  bisa menjadi milik lainnya. Kini aku bisa melihat mu sangat jelas, sungguh sangat jelas. Tidak lagi melalui celah-celah tirai, dibalik barisan orang-orang, dan dari balkon kos ku. Dalam diam yang penuh arti aku melihat mu, dalam dua detik aku pun tidak bisa menahan untuk berkata "Indah". Kau begitu hebatnya tanpa melakukan apapun dan mampu membuat diriku merasakan jatuh cinta berkali-kali. Jika aku ingat itu aku merasakan bunga-bunga dalam hatiku, ahh terlalu indah.

Aku takut jika sebelum cerita ini menjadi indah hingga akhirnya tergantikan pahitnya sakit hati. Memang keinginan ku menjadi bagian besar dalam hidup kamu, tapi aku tau ini belum saatnya. Aneh rasanya bukan? Belum terikat, tetapi cerita ini membiarkan mu bebas. Aku bukannya menyerah tapi mencoba realistis. Hati ini seperti terbelah dua, dimana sebagian merasakan indahnya jatuh cinta dan  salah satunya mencoba menahan perih pahitnya sakit hati.

"Bebas bukan berarti melepaskan" Seseorang mengatakan seperti ini kepada ku. Melepaskan memang sangat sulit jika kita sudah memendam rasa yang sungguh tidak bisa dilepaskan. "Aku membiarkan mu berkelana, membiarkan mu mengikuti alur cerita hidup, jika tuhan sudah menentukan kita pasti akan bertemu di muara yang sama" apa ini maksud mu?. Aku mengerti. Apakah ini akhir? Sungguh ini berat untukku, tapi jika ini yang terbaik akan kulakukan.

Aku percaya Sang Waktu, biar kali ini aku menunggu sampai kapan Sang Waktu menjawab, kapan semua ini akan dijelaskan. Menunggu? Tidak aku hanya mulai kembali berkemas dan berkelana kembali. Terkadang cinta butuh pengorbanan, untuk semua ini berakhir. ya benar cinta dan waktu kembali.

RvR



Rabu, 08 Maret 2017

Kembali menunggu?

Sore ini, aku duduk termenung dalam ruangan dengan dosen yang ku hiraukan. Entah diriku tak mengerti apa yang terjadi pada ku hari ini, sementara itu awan kelabu datang perlahan membawa tetesan-tetesan air secara perlahan. Fikiranku mulai mengalir dengan bayangan tentangnya.

Ingin sekali ku hentikan bayangan ini, entah jika aku menghentikannya hati ku menolak. Sungguh aku berfikir untuk menyukainya saja sungguh rumit. Disaat seperti ini aku hanya ingin mengetahui bagaimana dengan keadaan hatinya, apakah aku bagian dari puzzle hatinya? Apakah hanya sebuah kepingan tak berguna? 

Setiap pagi, diriku berharap kau hadir dalam hariku. Walaupun kau hadir hanya sebuah kebetulan, dan diriku kurang dari sedetik bisa untuk melihat mu. Cukup sudah cukup.
Sesederhanakah itu? Memang tetapi aku mengerti bagaimana perasaan cinta dalam diam, sangat diam. Sampai otakku pun tak mengetahuinya.

Kali ini apakah akan menunggu lagi? Dimana aku teringat kembali dengan "Tak selamanya menunggu itu indah" harus berapa lama lagi aku kembali dengans ituasi menunggu. Menunggu dan berharap. Aku harus bersiap, karna cinta kembali bermain dengan hati ku.

Selasa, 28 Februari 2017

Aku hanya ingin tidak terlihat~

Dibalik celah-celah tirai menjadi pemandangan ku dalam senja, entah sebenarnya jika dilihat baikbaik tidak ada seusatu yang menakjubkan hanya saja ada seseorang yang selalu ingin kulihat,...
Kau menunggu? Tidak
Aku hanya dulu mendapatkan sesuatu yang sudah lama ingin ku pandang, walau hanya di balik celah-celah tirai bambu, yaa aku tau aku takut menampakan wajah ku jika aku sedang menatapnya dari jarak yang tidak begitu jauh dan tak terlihat.

Seperti ini aku jatuh cinta, bukan karna aku takut untuk menampakkannya hanya aku membuatnya sedikit tidak menyakitkan. Aku bahagia melakukan ini entah  melakukan hal konyol membuat ku tersenyum lepas atas rasa sakit ku. Jatuh cinta yang saat ini kurasakan membuatku semakin sadar akan pilihan dan resiko yang aku tentukan. Bolehkah aku kembali jatuh cinta? itu yang selalu ku tanyakan kepada hati ku?

Seperti aku ingin mengambil sebuah tangkai mawar putih yang suci. Melihatnya pun aku sudah bahagia, bagaimana jika aku mengambilnya? Sanggupkah aku menahan rasa sakit untuk tertusuk duri dari mawar itu? 

Aku tak bisa lari dari kenyataan bahwa cinta bisa tumbuh tiba-tiba, bisa menjadi suatu cahaya bagiku atau mungkin saja menjadi kegelapan bagi ku. Bagaimana aku siap untuk jatuh cinta jika rasa perih atas cinta selalu mengganggu diri ku, tetapi ini berbeda. Aku hanya melihatnya dari mata ku yang tanpa lensa walaupun itu sangat tidak jelas, aku mengetahuinya bahwa itulah sosoknya. Dalam hitungan satu detik melihatnya cukup membuat bibir ku melengkung sempurna, jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, pipi ku merona, hati dan pikiran ku mengalun lagu keindahan asmara.

Cinta memang tak pernah salah. Cinta hanya membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit, tetapi itulah cinta sederhana dan aku menyukainya

Kamis, 19 Januari 2017

Terjebak

Semut mencari makanan untuk bertahan hidup, ia melihat gulaitu di dalam wadah terbuka. Kemudian ia masuk untuk mendapatkan gula tersebut, dan seketika wadah itu tertutup dan ia terjebak dalam wadah dengan gula yang tidak ia dapatkan. Dia terjebak dalam suatu wadah dan tak bisa memilik gula itu, tapi suatu saat jika wadah ini terbuka dia pasti akan mendapatkannya. Entah kapan wadah itu akan terbuka.

Sama halnya dengan hati ku yang terjebak dengan situasi yang benar-benar tidak bisa diduga. Aku harus menahan suatu rasa untuk menjadikan situasi ini lebih baik. Tanpa aku memberitahukan bagaimna perasaan ku terhadapnya dan aku pun tau bagaiman perasaanya terhadap ku. Menurut ku itu tak berguna, mengapa? aku hany dikutuk untuk menahan suatu rasa. Dihadapannya dengan diam aku bersuara.

Aku tau aku terjebak disini perasaan ini akan mati perlahan.. Perlahan aku tak akan kembali muncul dihadapannya dengan perasaan ini. Kembali dengan perasaan sakit yang lebih sakit. Air mata terjatuh dengan mudahnya, kembali hati mematikan lampunya, menjadikan hati ini redup, tak berwarna. Jika kau mengatakan kau tak akan kemana, apakah aku harus percaya?? 
 Aku harus bagaimana? Kau tau? Aku bingung harus bagaimana. 

Senin, 09 Januari 2017

Peri Cinta

Peri cinta
Bagai burung yang menjatuhkan hati seseorang yang tidak seseorang itupun memintanya. Menggunakan suatu kejadian, dari gerak gerik tubuh yang tak terduga, mimik wajah yang merona, dan tatapan mata yang mengarah padanya hingga ke hati menjadikannya peri cinta meluncurkan anak panah kepada seseorang salah satu diantaranya ataupun keduanya, kejadian itu disebut jatuh cinta.

Satu kata kukatakan langsung pada mu pun aku tak mampu, bagaimana dengan aku menyentuh hati mu? Mendengar suara mu hati ku melayang bagaikan bunga yang bertebaran tak berhinggap. Aku mengerti mengapa cinta begitu indah, dan aku akan lebih mengerti sebelum kata cinta ada kata jatuuh.

Tak menyangka cinta ini lebih rumit dengan umurku yang sudah hampir dewasa ini, menjadikan aku lebih berfikir untuk menyentuh hati seseorang. Ketika berat untuk membolak-balik hati, dan berat untuk benar-benar melupakan membersihkan hati yang pernah disinggahinya. Berat untuk memutuskan keputusan yang rumit, ketika bibir mengeluarkan kata jahat yang sebenarnya hati tidak menginginkanya, dimana hati dan mata memang bersahabat, ia  bersamaan memperlihatkan ketulusan cinta ketika bibir berkata untuk pergi.

Peri cinta mengajarkan cinta itu seperti kesuksesan, kau rasakan jatuh pada lubang yang dalam dan nanti kau akan bisa menghindari lubang agar tidak terjatuh lagi, kemudian cinta kembali membuat suatu kisah cinta yang kau yang benar-benar menjadi pemain utama bersama pasangan mu.

Rvr~

Rabu, 04 Januari 2017

Lagi?

Suasana hati ini mulai berbeda, waktu ku lebih untuk diriku sendiri. Tetap untuk diri sendiri. setiap tempat yang aku kunjungi bersama kawan ku, Ku kerahkan waktu ku hanya untuk bersenang-senang entah aku tak bisa menyatakan apakah aku benar-benar bersenang-senang.
Kali ini aku menuju tempat sama dengan sekelompok orang yang berbeda dikarenakan banyak yang sudah balik kekampung halamannya. Dengan orang yang berbeda ini aku merasakan tatapan yang berbeda, memang aku niatan ku ikut ketempat itu hanya untuk menghilangkan kepenatan ku. Disaat aku tertinggal ada seseorang yang tak asing menghampiri ku, aku melihat matanya lagi, sudahlah lupakan kata ku dalam hati, aku hanya tak ingin memfikirkan orang lain lebih dari aku memikirkan diriku.
Kemudian ada dimana aku dengannya duduk dalam satu meja, memang hanya berpura-pura, ketika aku melihat foto itu sekali lagi, ia tersenyum dan menatap ke arah ku. Kembali aku berfikir ada apalagi ini? hati ku mulai merasakan rasa itu lagi. aku kira hampir mati rasa.

cinta
memang mudah untuk jatuh cinta
mudah pula untuk dihancurkan
sulit untuk dilupakan
sulit pula untuk tidak menerima ia kembali
itulah cinta terkadang menjadikan kita bodoh dalam waktu yang singkat

Aku begini bukan karna tidak ingin mencinta hanya terlalu takut untuk dikecewakan lagi. Lebih baik aku tidak menyentuh hati siapapun sampai nanti ada yang benar-benar hati ku siap untuk jatuh dan dikecewakan lagi.