Senin, 03 Juli 2017

Merelakan,..

Benar, luka tidak memiliki suara. oleh sebab itu air mata jatuh tanpa bicara. 
Ketika hati tetap bertahan dalam rasa yang cukup lama, memang bodohnya diriku berjuang sendirian bertahan dengan rasa yang telah terpahat rapih dalam hati. sedangkan yang terpahat menantikan orang lain. 

Relakanlah dia,..
Iyaa, aku hanya bisa merelakannya bahagia bersama pilihannya, biar aku yang pergi, biar aku yang tersakit, biar aku yang berhenti mengharapkan mu. Aku tau tuhan akan menguatkan hati dan menentukan jalan yang terbaik nantinya. Biarkan aku ikhlas merelakannya, dengan senyum yang terlukis dalam wajahnya walah hancur terasa.

DewiSartika
2017.RvR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar