Selasa, 28 Februari 2017

Aku hanya ingin tidak terlihat~

Dibalik celah-celah tirai menjadi pemandangan ku dalam senja, entah sebenarnya jika dilihat baikbaik tidak ada seusatu yang menakjubkan hanya saja ada seseorang yang selalu ingin kulihat,...
Kau menunggu? Tidak
Aku hanya dulu mendapatkan sesuatu yang sudah lama ingin ku pandang, walau hanya di balik celah-celah tirai bambu, yaa aku tau aku takut menampakan wajah ku jika aku sedang menatapnya dari jarak yang tidak begitu jauh dan tak terlihat.

Seperti ini aku jatuh cinta, bukan karna aku takut untuk menampakkannya hanya aku membuatnya sedikit tidak menyakitkan. Aku bahagia melakukan ini entah  melakukan hal konyol membuat ku tersenyum lepas atas rasa sakit ku. Jatuh cinta yang saat ini kurasakan membuatku semakin sadar akan pilihan dan resiko yang aku tentukan. Bolehkah aku kembali jatuh cinta? itu yang selalu ku tanyakan kepada hati ku?

Seperti aku ingin mengambil sebuah tangkai mawar putih yang suci. Melihatnya pun aku sudah bahagia, bagaimana jika aku mengambilnya? Sanggupkah aku menahan rasa sakit untuk tertusuk duri dari mawar itu? 

Aku tak bisa lari dari kenyataan bahwa cinta bisa tumbuh tiba-tiba, bisa menjadi suatu cahaya bagiku atau mungkin saja menjadi kegelapan bagi ku. Bagaimana aku siap untuk jatuh cinta jika rasa perih atas cinta selalu mengganggu diri ku, tetapi ini berbeda. Aku hanya melihatnya dari mata ku yang tanpa lensa walaupun itu sangat tidak jelas, aku mengetahuinya bahwa itulah sosoknya. Dalam hitungan satu detik melihatnya cukup membuat bibir ku melengkung sempurna, jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, pipi ku merona, hati dan pikiran ku mengalun lagu keindahan asmara.

Cinta memang tak pernah salah. Cinta hanya membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit, tetapi itulah cinta sederhana dan aku menyukainya