Kamis, 03 September 2015

Alumni!

Dia memang telah pergi. Semuanya telah usai, tapi dibalik itu ada kisah selanjutnya yang telah terjadi. Senyumnya memang masih ada, tetapi tidak hanya untuk aku. Aku dan dia memang dalam kehidupan yang sama, kami sering dalam waktu yang sama, dalam ruang yang sama, seketika mata kami bertemu dan kami senyum bersama. Keadaan telah berbeda, entah aku berasa berbeda. 

Sudahlah, aku suda ikhlas, aku sudah rela. Biarkanlah dia menemukan seseorang yang akan menggantikan ku. Aku pun akan perlahan pergi darinya. Senyum ku merasa terpaksa, memang terpaksa. Sakit ini membuat ku tak rela, untuk pergi dari kebahagiaan ku. Tapi rela berkorban untuk kebahagiaan orang lain, apakah aku salah? Akan ku coba.

Mencoba untuk mencintai seseorang dengan cara yang berbeda. 

Selasa, 04 Agustus 2015

listen to my heart

Kalau ketika hati ini diperbolehkan bicara, tolong diam. Dengarkan saja.
"Aku ingin sesekali berhenti berpura-pura. Aku ingin ikut tersenyum lepas, entaah mngapa aku masih susah untuk melakukan itu. Pikiran itu memang selalu memikirkannya, tetapi disaat aku berteriak (kau memang memikirkannya!!) pikiran itu selalu bilang( aku tak mungkin masih memikirkannya, aku harus meninggalkan semua itu). Aku tau banyak yg mengetukku ingin masuk kedalam singgah sana ku. Tetapi entah aku tidak bsa menerima tamu itu dengan hati yg ikhlas. Jujur, perasaan ini masih sama. Blum ada yg berubaah hanha saja, aku lbih jahat dri yg dlu agar semua akan baikbaik saja. Aku hargai perasaanya agar tak ada yg tersakiti, sedangkan aku? Aku melukai diriku sendiri. Ketika aku mendengar ucapan mu pada ku. Aku sdar kaau masih sama. Tapi entah mengapa aku susah pergi dri mu."

My heart

Rv

Sabtu, 01 Agustus 2015

Nikmatilah~

Ada cahaya putih menyilaukan ku dalam mimpi ku, dan akhirnya aku terbangun. Sampai sini sajakah aku merasakan mimpi indah itu? Tidurkan aku kembali jika mimpi itu bisa kurasakan lagi. Itu sangat indah bagaikan kenyataan, sampai aku susah untuuk membedakannya.

Hey! Nyadar, memang tak ada yang mustahil didunia ini. Tapi untuk hal itu sepertinya tidak, mengapa? Lihat kenyataanya saja, apa yang terjadi? Ketika sang pangeran menemukan sang putri yang baru, seketika aang putri yang dulu telah mati.

Cinta kali ini berbeda, mungkin dengan cara yang beda dan jalan yang berbeda pula. Aku tau Tuhan tidak mengizinkan ku mempunyai rasa ini kepadanya untuk waktu yang lama jika ia bukaan jodoh ku, walaupun seketikaa menghilang kalau ia jodohku mungkin perasaan itu tetap sama tak pernh terganti. Kau ingin melupakan kenangan? Cerita itu akan tersimpan dengan baik. Tak akan hilang, tetapi kenangan punya cara sendiri untuk tersimpan dan terangkai dibuku kehidupan mu yang akan kau ceritakan nanti kepada kekasih hidup mu nanti.

Jika hubungan mu dengannya mempunya waktu yang lama, dan kemungkinan kau menganggapnya dia sudah menjadi teman hidup mu. Ketika ia pergi apa yang kau rasakan? Pergi meninggalkan mu tetapi masih berada didekat mu? Dan kau lihat ia sudah menerima tamu yang baru dan meminta tamu itu untuk tinggal dalam hatinya? Itu sakit, aku tau itu.

Menjauh darinya memang tidaj mudah, untuk menghilang secara tiba-tiba darinya juga melupakan hal tersulit untuk mu. Cinta tak seperti itu kawan, jalani saja rasa yang ada, cinta punya cara sendiri untuk pergi berlahan-lahan. Tolong jangan mengejar sebuah rasa yang sangat kau inginkan, kau tak akan mendapatkannya. Perempuan punya daya tarik tersendiri untuk mendpatkan lakilaaki yang sangat wanita inginkan. Takdir seoran lakilaaki juga mengejar wanita yang mereka inginkan. Jadu untuk para wanita tolong jangan terlalu sayang kepada seseorang yg kau cintai, kecuali lelaki itu sudah meminang mu.

Itu pelajaran yang gue dapet dri kisah sahabat-sahabat gue, sebuah perasaan banyak maknanya, jadi tolong pelajari dirimu bagaimana mengatasi semua hal. Terutama hati mu. Cerita hidup itu sebuah anugerah, jadi nikmatilah.

Senin, 13 Juli 2015

Pelajaran di masa lalu.

Heeeeyyyy.... Sebelumnyaa Thanks buat pembaca setia gue yang sangat gue cintai. Kalian memng selaludihaati ({}). Dapet salam Manis yang lebih manis dari apapun.muaaaahhhh. Lanjutsaja.

Memang benar, semua masalah ada solusinya. Bagaimana bentuknya semuanya pasti ada solusinya. Ketika jatuh kita akan bangun, entah bagaimana cara agar kita bisa bangun. Teringat suatu tragedi hati yang terjadi antara ku dengannya, tapi disini disaat aku membicarakannya perasan ku telah berbeda, karna perasaan itu telah pergi.

Cinta memang tidak sepenuhnya pahit dantidak sepenuhnya manis, seperti Irish coffe. Seketika sebuah perjalanan akhirnya selesai dan kita melanjutkan untuk mencari level berikutnya? Pintu petualangan pun terbuka untukmu. Benar? seketika sebuah cinta pergi datanglah cinta yang baru. Anggap saja seseorang bertamu ke hati kita membawa sejuta rasa untuk kita. dengan keadaan penuh luka ia datang membawa kotak p3k dan langsung mengobati lukaku. Bagaimana tidak tersentuh hati itu jika ada seseorang melakukan seperti itu? Yap?! petualangan baru, apa yang akan terjadi diakhir kita semua tidak tau. Tetapi, kejadia dimasalalu menjadi sebuah pelajaran agar tak terulang kembali dan dapat menjalin sebuah hubungan yang lebih baik dari sebelumnya.

Terimakasih, pelajaran mu dimasa lalu.

Salam Rvr.

Jumat, 10 Juli 2015

Cairkan hati menjalin hubungan yang baik.



Kembali seperti semula dengan batas yang mulai menipis. Hampir seperti dulu tetapi kita telah memilih jalan yang lain walaupun masih berjuang bersama-sama. Aku lebih mengenali apa yang terjadi dengan diriku, dan akupun telah sadar apa yang sedang terjadi. Jauh dekat kita akan menyentung tentang perasaan sesame manusia. Entah bagaimana ceritanya aku dan dirinya berhubungan dengan perasaan yang berbeda. Ingin sekali menghilang dia meminta ku untuk selalu terlihat, (kau mengerti maksud ku kan?) Aku berfikir keras, tak sekeras batu. Kemudian diriku disadarkan atas sebuah kenangan yang berlalu, dan tersimpan dalam kotak yang terkunci.
Setelah itu terjadi persahabatan diantara kami, terjauhkan dari sebuah perasaan yang tajam dan tak akan melukai hati. Terutama untuk membuka masa lalu kembali. Tak akan terjadi dan tak akan aku biarkan terjadi. Kembali kepemikiran ku dulu, untuk menaikan posisinya dalam hidup ku menjadi sahabt ku.
Sahabat? Iya, dia meminta ku untuk tidak pergi darinya dan aku menurutinya. Seperti dulu, aku dippisahakan darinya karna alas an yang sangat baik. Ketika semua telah berubah menjadi baik, aku didekatkan lagi dengan hubungan yang baik.
Jika masalah datang, tuhan menilai kita bukan bagaimana kita lari dari masalah tersebut tapi bagaimana kita mengahadapi masalah tersebut.
Salam RvR.

Membekukan hati.



Semua memang indah, ketika sebuah telah kembali seperti semula walaupun ada sesuatu yang hilang. Aku percaya dibalik ini semua ada suatu alasan yang terbaik untuk kehidupan ku selanjutnya. Memang hidup membutuhkan waktu, tetapi waktu tetap akan terus berjalan. Entah apa maksudnya aku masih bingung.

Aku mendapatkan satu telfon malam ini, dari seseorang yang dahulu telah mengisi hidupku dalam jangka waktu yang cukup lama. Aku mengangkatnya...
Entah mengapa tiba-tiba dia menelfon ku, setau ku dia bilang ingin curhat kepada ku. Dengan pesan seperti ini, “Lo sahabat gue kan? Gue pengan curhat.” Hanya itu, dan aku mengiyakan. Setelah mengangkat telfonnya, dia tidak curhat melainkan menanyakan kabar pada ku. Apa maksudnya? Aku tidak mengerti. Dan dia yang mematikan telfon duluan karna mungkin dia sedang sibuk. Aku tidak peduli.

Benar aku tidak peduli lagi, mungkin jika aku masih peduli itu hanya ada didalam hati ku yang paling dalam. Dan aku tidak akan menunjukan kepadanya, entah sampai rasa itu hilang. Harus hilang entah sampai kapan aku bisa menghilangkannya.

Semua ini tentang perasaan dan fikiran.

Freeagent?



Matahari memang telah terbit, entah mengapa aku susah bangkit dari kenyaman ditempat tidur ku. Suara saudara ku yang tiba-tiba memanggil ku dengan suara khasnya itu, memberi kode untuk diriku segera beranjak dan membersihkan tubuh ku. Setelah itu, di meja ku telah tersedia secangkir kopi hangat sepertinya buatan saudara ku. Aku meminumnya dan terdapat tulisan disebelahnya “Enjoy for you holiday. Jomblo!!” Yap, mungkin sekarang aku lebih bahagia dari pada diriku yang dulu. Entah beban perasaan yang menyakiti ku telah perlahan pergi. Memang tidak sepenuhnya, tapi aku sudah tidak mengkhawatirkan hal itu lagi.

Memang benar, merasa sepi. Kesendirian ini bisa menggali jati diri kita yang sebenarnya, entah mengapa aku bisa seperti ini. Tapi benar, hati ku sudah tak sesakit dulu, seperti orang sehat kembali. Walaupun masih banyak bekas luka yang belum hilang, aku menjadikannya pelajaran untuk sosok yang akan datang ke kehidupan ku lagi. Entah disaat seseorang bertanya, apa ada orang yang datang pada hati mu? Aku hanya menjawab, mereka datang hanya menyapa dan aku tidak ingin menerima siapapun kali ini. Banyak yang bilang pada ku, apa kau trauma? Trauma? Dalam hal? Untuk mencintai seseorang lagi. Aku mengelak, tetapi hati ku bilang memang benar tapi aku janji suatu saat nanti akan sembuh.

Rabu, 10 Juni 2015

Lepas part 2

Hey, kenapa akhir-akhir ini selalu hujan? Apa yang kalian mau? Membuat diriku terbayang atas kenangan bersamanya? Kalian tau? Sungguh sakit, jika kalian tau bahwa orang yang kalian sayang dalam jeda waktu yang sangat lama dengan gampangnya menghapus rasa apa yang sudah kalian simpan lama, berbulan-bulan berhari-hari. Mengapa aku seperti ini? Bersikap seperti ini? Tak kusangka dia melakukan seperti itu terhadap ku, entah tega sekali. Aku disini susah payah untuk melupakan rasa itu.

Mencoba tersenyum, membuat diriku senang untuk sesaat.Mengapa aku bilang sesaat? Dimana aku  berusaha untuk senang, berusaha membuaat mood ku terjaga dengan baik. Setelah itu, setelah aku terlepas dari kesenangan itu, dan aku mulai sendiri. Aku mulai merasakan rasa sakit itu, lagi, lagi dan lagi.

Keikhlasan membuat diriku mengert apa arti cinta sesungguhnya. Membiarkan dirinya mencintai wanitanya dengan tulusitu sudah membalas perjuangan ku untuk mencintainya dari jauh. Memang jika aku jujur melupakan rasa ini tidak segampang membuang sampah pada tempatnya.

Menghilang yang ingin ku lakukan, melupakan semua ini sampai kapan? Aku telah menyakiti diri sendiri? Hey? Ada apa ini? Mengapa aku berbicara seperti ini. Tolong aku.

Bunga mawar terlihat hancur digenggaman ku. Sampai sekarang aku tak suka bunga itu. Dia menutupi keindahannya dengan duri yang melekat pada tubuhnya, aku tau alasan mengapa dia melakukan itu. Seperti cinta, perjuangan untuk menikmati pucuknya harus menyentuh duri yang akan melukai kita. Mungkin ada alasan yang lebih baik untuk saat ini, mungkin aku ditakdirkan untuk menyentuh duri itu sekarang. Entah duri apa yang melukai diriku sampai luka ini tak kunjung sembuh, aku mengambil pelajaran dari semua ini.

Aku mengenal cara mencintai seseorang dari cara yang lain, mengikhlaskan seseorang untuk seseorang yang lebih baik, dan lebih menutup hati saat ini untuk suatu saat nanti mendapatkan yang lebih baik.

Gue udah lega..

Walaupun semua cerita ini sesaat ingin sekali membunuh ku. Ketika suatu cobaan terberat menghampiri ku, dan aku dipaksa untuk pergi dari cerita bahagia yang sekarang telah hilang seperti angin yang menghembus pergi. Aku pernah mendengar satu kalimat "Jika ia hanya menjadi angin, ia akan membahagiakanmu sesaat dan jika ia pergi ia tak akan kembali ketempat semula".

Dan itu semua membuat diriku sangat yakin bahwa tak ada yang lebih baik untuk mencoba ikhlas. Mengapa? Karna ikhlas tidak akan melukai siapapun.

rvr

Selasa, 05 Mei 2015

Lepas

Akhir-akhir ini menjadi hari yang lepas walaupun sesungguhnya akhir-akhir ini adalah hari yang sangat sibuk jika dipandang orang lain. Entah aku tak bisa mengutarakan kata-kata bahagia. Bukan berarti aku menemukan kembali cinta ku, ini kebalikannya aku telah bisa melepaskannya. Benar-benar melepaskannya, dimana aku sudah melakukan apa yang harus kulakukan dan kulakukan dengan ikhlas. Dan ini akhir dari semua. cinta tak perlu balasan.

Tak perlu untuk saling membalas, salng bilang cinta jika hanya penuh paksaan. Hari ini aku menjadi diri ku sendiri dimana aku mencari kesibukan ku sendiri dan aku tidak merasakan rasa itu lagi. Melihat senyumnya dan dia bahagia disamping ku lebih dari cukup sekrang. "Jadi wanita kebanggan ku ya" Dimana dia berbicara seperti ittu pada ku. Seketika hati ku terenyuh.. Terasa seperti tamparan dalam hati ku. Bukan berarti ini menyakitkan ini menyadarkan, apakah aku bisa untuk dibanggakan? Mengapa aku sepercaya diri ini disaat dia bilang seperti itu. Bahkan dia bukan siapasiapa ku lagi.

Yaa sudah ku bilang, jika dilakukan dengan ikhlas kau tak akan memandang kau melakukannya untuk siapa. Dengan seperti itu kalian tidak akan berharap mendapat balasan, pastinya dengan hati yang ridho kita akan dibalas Oleh-Nya.

Selasa, 28 April 2015

Give Up.

Kalian tahu bagaimana rasanya sebuah kerjinan keramik yang sedang dipanaskan dalam tungku yang menyala dan bersuhu lebih dari 1000' C? Sangat panas dan sakit? Tetapi ia bertahan berusaha untuk tidak pecah, jika ia pecah pasti akan ada rasa kekecewaan yang muncul. Dari dirinya dan juga dari orang lain. Namun disaat ia bertahan menjadi keramik yang sangat cantik, dia akan disayangin dan akan membahagiakan orang lain.

Jika aku bertahan lebih lama lagi apa tetap sama? Apakah akan menjadi seperti keramik itu? Seketika kenyataan ini sangat benar bahwa "Hati ku sangat lelah untuk bertahan tetapi hati ini terlalu cinta untuk melepaskannya". Tak ada lagi cinta paksaan, biarkan sakit jika memang harus sakit. Biarkan hati ini menyimpan rasa cinta dalam diam, merindukannya dalam sepi, dan menjaganya dalam kejauhan. 

Aku tau ini sudah berakhir, aku tau tak ada lagi kata kita, dan sangat tau dimana harus melepas mu. Mungkin  aku belum siap. tapi tak ada pilihan lain. Selain untuk berusaha tegar keadaan ini memaksa ku untuk kuat, Meski sebenarnya aku tak mampu. Bagimana aku harus bisa bilang "Jangan ganggu aku" jika semua hal disini  ku lakukan dengan mu. Untuk kalimat yang terakhir yang sangat sakit untuk diingat dikatakan diceritakan "Buat cinta, gue udah gak cinta lagi sama lo". Bagaimana dengan itu? Tak apa. Jika semuanya sudah ku lakukan dengan ikhlas, dengan perasaan cinta yang tulus tanpa pamrih mendengan kata itu memang sangat sakit lebih dari sakit. Tapi cinta tak bisa dipaksakan.

Salam RvR~

Selasa, 21 April 2015

Selesai.

Sekarang benar-benar berbeda. Menyakitkan disaat dia benar-benar mengatakan kalimat itu. Aku sudah memaafkannya, aku akan mencoba mengikhlaskannya jika dia benar-benar bisa bahagia tanpa ku. Ada pepatah bilang "Kau merindukannya bukan karena dia jauh dari mu tetapi karna disaat kau melakukan apapun kau selalu bersamanya dan selalu berharap keberadaannya berada disamping mu." Entah mengapa sekarang kata-kata itu perpihak kepada ku sekarang.

Merindukannya sangat. Dalam jarak yang jauh saja aku yang harusnya melupakannya entah mengapa aku selalu tau keberadaanya ada dimana. Aku harus bagaimana? Aku belum bisa menerima kenyatannya. Hanya itu yang bisa aku katakannya. Memang kenangan ini tak bisa ku lupakan dan aku lebih memilih untuk menyimpannya sampai nanti aku dewasa.


Rabu, 25 Maret 2015

Biarkan aku ikhlas~

Darah kering ini masih menempel dalam tangan ku, segera ku bersihkan darah itu dari tangan ku. Tersadarlah dengan luka sobekan yang masih belum tertutup, sakit sekali untuk diingat apa yang terjadi dengan tangan ku. akhirnya aku pergi untuk mengobati luka ku. Jum'at pagi, perasaan ku membaik, entah diri ku seperti telah mengalami hal yang suram. Disaat aku mulai mengingat tetapi otak ku belum bisa mengingatnya air mata ku mengalir perlahan. Ada apa ini? Apa yang terjadi?

Setelah luka ini tertutup, aku mencari ponsel ku yang tadi sebelum berangkat aku belum sempat untuk mencarinya. Aku menemukannya, terlihat sebuat pesan yang datang. ku baca "Hey kau tak apa? Aku mencemaskan mu yang tiba-tiba pergi." Aku tiba-tiba pergi? Ada apa? Aku baca pesan sebelumnya. Seketika itu aku mngambil keputusan jika aku dan dia-yang sekarang telah menjatuhkanku. bertemu semalam.

Dia biarkanku jatuh cinta, dan lalu pergi seenaknya. Mungkin tidak bisa dikatakan pergi, karna dia selalu ada. Dia pernah bilang kalau aku selalu salah menayanyakan satu kalimat untuknya. "Lo masih sayang sama gue?" Dia selalu menjawab "Gue selalu sayang, sayang banget sama lo" Entah kenapa aku selalu percaya kalimat itu. Dan dia pernah bilang sesuatu pada ku lagi, dan dia membuat perjanjian pada ku: jangan perlihatkan wajah itu(kesedihan) pada ku jika aku mengatakan ini-dan aku menepati janji itu. yang ingin dia katakan adalah "Kalau buat sayang gue sayang banget sama lo, dan mungkin gue gak jauhjauh deh dari lo. Tapi jika lo sering nanya ke gue, kalau gue masih cinta sama lo, ini sekarang udah berkurang". Kalau gue gak janji tadi mungkin gue udah lari, bunuh diri dipinggir jalan-lah niat bu?. Enggak, tapi bener hati ku entah mau jadi apa. Telah berulangkali untuk dihancurkan. dan disaat menulis ini aku masih saja bisa menteskan air mata. Akhirnya aku bisa untu mengalihkan pembicaraan waktu itu, dengan hal-hal yang menyenangkan. Sulit rasanya tersenyum pada waktu itu, entah aku merasa berhasil untuk melakukannya. Tetapi dia berbicara "Wajah itu muncul lagi"

Aku berusaha, mungkin sudah seperlimanya aku berjalan untuk melupakannya. dan sekarang banyak alasan untuk mendukung hal ini, hal untuk aku pergi. Perjuangan ku hanya sampai sini, pengorbanan ku hanya sampai sini. Tapi jika aku diberi kesempatan, aku ingin melakukan sesuatu padanya. Aku ingin melakukannya agar dia bisa melupakan ku, benarbenar hilang dari hidup ku. Dan aku melakukannya dengan ikhlas, tanpa perasaan lagi. setelah itu bagian aku yang akan pergi dengan ikhlas, tolong aku izinkan aku untuk menyimpan kenangan ini. Karena dia yang sudah bertahun-tahun berada disampingku.

 Aku ingin tak punya perasaan, karena perasaan ku membunuh ku disini.

Salam hangat karena hatiku sangat dingin.
RvR~

Kamis, 19 Maret 2015

My Paradise (Naskah yang gue kirim malam ini)



Gue Melinda Suci Apriliani, kalian bisa panggil gue Melly. Entah gue lebih suka dipanggil Melly dari pada Suci, gue takut aja kalau gue dipanggil Suci, gak mau masuk dalam pertengkaran orang lain. Kalau masukkan berabe jadinya, semisal ada 2 orang cewe berantem terus ada suatu percakapan seperti ini.
Cewe A : Eh lo ngapain gangguin cowo gue?!!
Cewe B : Lah sotau banget lu, cowo lo aja yang deketin gue!
Cewe A : Kurangajar! Berani lo sama gue?! Gak usah sok Suci lo!
Cewe B : Siapa SUCI!!! Berani-beraninya nyamain gue-__-
Cewe A : ..........
Semenjak ada orang yang berantem kaya gitu, semenjak itu gue gak mau dipanggil Suci. Gue termasuk anak baru di SMA Marthia Bakthi, pindahan dari Cilegon. Tempat yang gersang dan panas membuat ku ingin pindah ditempat panas pula -anggap tak terjadi apa-apa. Disekolah ini ada yang bikin gue semangat sekolah, semangat belajar, semangat yang namanya ikut ROHIS (whaaaattt rohis?!). Kenapa gue milih rohis? Semenjak gue denger suara Adzan yang merdu banget, semenjak ketua Rohisnya gantengnya sealaihim gambreng, dan yang terkahir adalah semenjak kejadian dikantin sekolah. Kenapa dikantin sekolah? Gini ceritanya. 
Disaat itu kelaperan sedang menghadang gue dan juga aroma masakan yang terjual dalam kantin Aku mengikuti alurnya yaitu menuju kearahnya. Mungkin karena aku peka terhadap keinginan perut ku, akhirnya aku membeli suatu jenis makanan yang sering dimakan siswa disini untuk mengisi perutnya. Aku duduk di meja serambi kiri, meja persegi panjang beralaskan poster berwarna merah. Aku duduk sendirian walaupun meja dan kursi ini sudah membentak ku agar aku duduk disini bersama kawan-kawan ku. Jujur aku belum mempunyai teman disini. Tiba-tiba aku melihat sosok anak turun adam yang luar biasa menawannya, aku dengar namanya Ryan nama panjangnya Ryan Adi Saputra. Karna mungkin aku terlalu lapar aku meneruskan makan ku dan menghabiskan dengan cara yang baik dan benar. Ryan selalu bersama sahabatnya bernama Krisna, krisna tidak seperti Ryan yang sholeh dengan dilengkapi wajahnya yang tampan. Krisna mempunyai gayanya sendiri, tampil simple dan lebih suka bergaul tidak seperti Ryan yang mungkin mempunyai sikap pendiam. 
Sungguh aku tak menghiraukan disaat mereka diteriaki oleh para wanita, tapi mereka telah mengganggu makan ku dengan suara buruk mereka. Apa mereka tidak mempunyai nada untuk sebuah teriakan??-lupakan saja. Aku menunggu pesanan ku setelah aku makan, melihat sekeliling ternyata dua sejoli itu sepertinya datang kearah ku, mungkin untuk mencari tempat duduk tapi sekira ku tempat duduk dikantin sudah penuh dan du meja ini cuma gue yang dudukin, ketika pesanan ku datang dan baru saja ku minum sedikit minuman ku tiba-tiba ada orang yang mengganggu ku sedikit. Kadang sedikit itu menjadi fatal.
Krisna : Kita ganggu lo? *langsung duduk di meja yang sedang gue dudukin.
Gue : Menurut lo?
Krisna : Kaga, cuma lo yang disini mungkin lo butuh temen. Lo anak barukan?
Gue : Pede banget lo, gak usah sok baik deh, liat noh! Satu sekolahan ngeliatin kita semua mau lo apaan deh? Gue gak mau jadi omongan disini.
Krisna : Niat gue kali, cuma mau duduk disini, kursinya juga kosong. Yaudah sih gak usah sensi gitu.
Gue : Ahelah, mending gue pergi aja, nikmatin nih meja penuh keheningan!
Krisna : Bagus deh kalo lo pergi, gue juga males ketemu sama cewe sensian kaya lo!
Ryan : Udah deh kris, mending kita pergi aja, ini jugakan tempat dia. Kita gak ada hak untuk ngerebut tempatnya.
Pantesan dia disukain sama cewe, cara ngomongnya lembut kaya gini, duh kenapa jadi gue yang terbang. Duhh ini gak turun-turun, kenapaaaa gueee??!!
Gue : Makasih Ryan udah berbaik hati sama gue, tapi gapapa kok lo sama ciwi tengil aja yang nempatin. Gue udah selesai ko.
Ryan : Selesai gimana? Gue lihat lo juga baru dikit minumnya, pesenan lo juga baru datengkan? 
Gue :Ohiyaya (duh kenapa gue bego banget sih, knapa dia harus liat pas pesenan gue baru dateng, susahkan ngelesnya buat ngejauh dari cowo tengil ngeselin kaya gitu.) gapapa kok yan, gue udah kenyang, nih mau gue abisin.*gue abisin tuh pesenan gue. Udah abiskan? Gue cabut ya.
Ryan :Yaudah makasih ya, udah mau ngasih tempatnya buat kita. 
*dia tersenyum pada ku.
Krisna : Huss pergi sono, belajar jadi cewe baik ya. Jangan sensi-sensi.
Gue : Etdah, bukannya makasih malah kaya gitu, ketemu gue lagi awas!

Gue berjalan pergi, perasaan gue campur aduk antara gue harus seneng karna Ryan udah bisa senyum kegue. Senyumnya itu loh mengalihkan kebencian ku kepada Krisna, tapi gue juga bingung kenapa Ryan mau temenan sama Krisna. Krisna yang orangnya nyebelin, ngeselin, pokoknya pengganggu ketentraman masnyarakan Indonesia -diralat untuk kentetraman diri sendiri. Entah semenjak, gue udah gak mau lagi buat ketemu dia kalo pas-pasan diajalan aja yang gue senyumin paling Ryan, entah terselip benci diantara aku dan Krisna. 
***
Langkah demi langkah kulalui, keramik putih yang telah kotor karna pijakan semua warga sekolah mengantarkan ku kepada gerbang sekolah. Aku sangat lelah ingin rasanya melepaskan penat ku, entah mengapa kaki ku tidak jadi untuk mengarahkan ku keluar sekolah tetapi melangkah pergi ke atas gedung sekolah yang setengah disekolahku. Kaki ku mengarahkan ku keatap sekolah, sesampai ku disana aku melepaskan keluh kesal ku. Disini sunyi, mungkin tak ada orang mungkin hanya ada bangunan untuk berteduh para tukang. Keluh kesah ku ku keluarkan disini. Lega rasanya, menghilangkan semua keresahan disini aku akan menamakan tempat ini “My Paradise” sebagai tempat dimana aku ingin sendiri. “Iya! My paradise” Ku katakan dengan keras. Terdengar suara jatuhnya ember, kayu, dan mungkin peralatan bangunan lainnya. Aku berfikir sepertinya ada orang lain disini, aku menghampiri bangunan itu karna sepertinya suara itu tertuju disana. 
Waaaaaahhhhh!!!!! Ternyata ada seseorang disana sepertinya dia sedang tertidur pulas dengan suatu buku menutupi wajahnya dan setelah itu ia terjatu, tetapi mengapa?. Akhirnya ku dekati dia dan ku bantu iya duduk dengan baik. Disaat aku lihat wajahnya ternyata dia Krisna si cowok tengil. Spontan aku teriak dan dia hanya mengatakan.
Krisna : Etdah lo dari tadi teriak-teriak mulu apa kaga capek? Ampe keganggu tidur gue?*ucapnya datar
Gue : Sejak kapan lo disini? Ngapain coba disini?
Krisna : Gue udah dari tadi pulang sekolah disini, kalo kaga ada kumpul ROHIS gue kesini, antara gue mau tidur atau gak baca buku disini.
Gue : Kenapa dimana-mana ada lo sih? 
Krisna : Lah kenapa lo nyampe sini, yang gue tau dan semenjak gue sekolah disini, cuma lo yang berani kesini. Lah lo ngapain kesini?
Gue : Gue sebel disekolah, temen-temen pada gak asik sekarang. Iya gue tau gue anak baru tapi bukan kaya gitu caranya. Dateng ke gue kalo ada butuhnya, semenjak keberadaan lo idup gue sial terus. Ehh kenapa gue jadi curhat sama lo? Lah kenapa gue jadi akrab sama lo? *garuk-garuk kepala.
Krisna : Aih sewot bener bu! 
Gue : Ah taudeh, males sama lo!
Krisna : Yaudah gue gak mau rebutan sama lo lagi okeh? Ini bebas sekarang buat lo, silahkan lo dateng kesini kalo idup lo lagi sial. Ini bisa jadi rahasia kita berdua. Gue bisa jaga rahasia lo kok, buat nama tempat ini. Apa tadi namanya? “My Paradise” Ya terserah lo aja deh.
Gue : Tumben lo baik bener?
Krisna : Lah udah lama gua baiknya, baru sadar?
Gue : Baru.
Krisna : Auaah... (krisna beranjak pergi)
Setelah kejadian itu, aku sering berharap Krisna hadir di “My Paradise”-nya kita. Entah sekarang aku menganggap tempat itu milik kita berdua, aku bingung untuk menjelaskannya tapi sepertinya Krisna sekarang masuk lebih dalam di hidup ku. Aku dan dia juga sering menghabiskan waktu di tempat ini, entah untuk bercerita, berbagi suka dan duka, dan berbagi rasa. Mengapa aku katakan berbagi rasa? Dimana aku dan dia telah berbagi rasa, aku menyadarinya dimana aku selalu memikirkannya. Dan inilah dimana kata berbagi akan ku jelaskan.
Sekolah semakin sepi, aku berlari ke tempat dimana kita sering bertemu dia juga tak ada disitu. Aku tak menemukannya seharian disekolah hari ini. Akhirnya aku duduk dan mencari ponsel ku, mungkin dia meninggalkan ku pesan. Tiba-tiba ada sobekan kertas yang jatuh dari tas ku, disaat ku baca. 
“Ku tunggu kau di tempat pertama kali kita bertemu jam 15.00, jangan sampai telat, jika telat ku bunuh kau”
Sekarang jam 14.56, disaat itu juga aku berlari ke arah “My paradise” aku berlari kearah bangunan itu, dia tak ada disana. Aku ingat disaat aku bertemu Ryan pertama kali, spontan aku berlari kearah kantin sesampai disitu, aku menemukannya sedang tertidur, kulihat jam aku telat 4 menit 20 detik. Aku kira dia tidak merasakannya ternyata dia tau. 
Krisna : lo tau gue gak suka nunggu?
Gue : Maaf gue tadi lari ke “My Paradise” Gua kira lo disana jadi gua kesana.
Krisna :Tauan pertama kali gue ketemu lo disini.
Gue : Iyaa maap, ada apa lo ngajak ketemu disini.
Krisna : Coba buka tuh kotak. 
Pas dibuka ternyata berisi kertas lipat yang ia lipat berbentuk hati.
Gue : Maksudnya?
Krisna : Anggep aja itu hati gue, lo mau gak nerima hati itu. Dan aku sepertinya sudah jatuh hati pada mu Mel.*dia berbisik ditelinga ku.
Gue : Hah?! Sumpah! Benerbener lo kris, Iyaa aku juga udah jatuh hati.
Krisna : Bener? Gak bercanda?
Gue : enggak Kris..
Semenjak itu suasana sekolah udah berbeda, krisna mengajarkan banyak tentang hal hidup. Aku menyukain karna dulu telah terselip benci di antara kau dan dia. Dan sekarang dia mencintai ku dan aku mencintainya. Yap! Berbagi rasa, berbagi hati ku untuknya dan dia berbagi hatinya untukku. Sempurna bukan? Tetapi tak ada kata sempurna dari sebuah perjuangan bukan? Jadi berjuanglah.