Senin, 14 April 2014

?_?

"Baru ku sadari, hati ku telah mengeras. Sampai ku tak tau apa yang kurasakan sekarang, bagaimana suasana hati ku sekarang. Terlalu keraskah? Ingin sekali ku coba untuk meluluhkan hati, tapi itu selalu sia-sia. Orang lain biasanya luluhuntuk melihat itu, jika aku melihat itu apa yang ku rasakan? Tak sama sekali. Seperti biasa, seperti harihari biasa."

Siapa yang perlu disalahkan? Aku? Haruskah aku?. Yang kulakukan hanya menahan apa yang kurasakan kepada mereka dan mendengar perkataan yang sadis terhadap ku. Untuk tidak terlalu menyakiti ku, aku membuat diriku kebal terhadap hal itu. Tetapi, apa yang terjadi? Hatiku mengeras, mati rasa! Apayang harus kulakukan jika sudah terlanjur begini?

RvR~

Jumat, 11 April 2014

Karna Aku Mencintainya~

"Cinta? Apakah cinta yang selalu menjadikan alasan aku untuk bertahan. Aku tak tau apayang dia mau dan apa yang hati ku inginkan, aku perlu jawaban dan cinta belum memberikan itu. Cinta hanya memberikan seseorang yang selalu ada untuk ku, selalu menjaga ku, selalu membuat ku aman jika bersamanya, dan cinta membuat dia untuk menjadi kekasih ku."

Air mulai terjatuh dari langit, diriku terpaku dalam kesunyian, mungkin hanya suara air jatuh ketanah yang kudengar. Tak lama setelah itu kudengar suara motor yang berjalan kearah ku, tampaknya dia mencari tempat untuk berteduh dan diriku tak asing dengan wajahitu. Kuacuhkan dia dan melanjutkan renungan ku, tak lama setelah itu dia menepuk pundak ku. 

Dalam hujan, aku melihat matanya disaat dia berbicara pada ku. Ku artikan sebuah tatapan itu. Cinta? Apakah dia? Apakah dia yang kau beri untuk mengisi hidup ku?. Tapi untuk ini, terima kasih cinta kau telah datangkan dia untuk bersama ku.

Aku tau suatu saat Sang Waktu akan menjemputku, jangan kau biarkan dia sedih cintaa. Beri dia seseorang yang selalu menjaganya seperti dia melakukannya untuk ku, karna aku tak akan bisa menjaganya seperti dia menjaga ku saat ini. Cinta, kau tau aku sudah sangat mencintainya, melebihi aku mencintai diri ku sendiri. Bawa malaikat bersamanya, agar menjaganya dan selalu membuatnya dia tersenyum.

Aku tak tau mengapa seperti ini, tapi aku tau satu alasan. Karna Aku Mencintainya~

Kamis, 10 April 2014

Walaupun Untuk yang Terakhir~

"Cahaya putih masuk dalam mimpi ku, dan memberi suatu tanda kepada ku. Tiba-tiba perasaan takut merasuki tubuh ku, aku tak tau maksud dari ini semua. Apakah kau memanggil ku sekarang? Aku belum siap tuhan. Jika kau benar-benar ingin memanggilku, tunggu dia bahagia tunggu dia menemukan orang yang bisa menggantikan ku disisinya. Dimana dia telah menemukannya, aku akan pergi mengahadap mu tuhan."

Hari ini, aku berjalan kearah ruangan sang dokter yang telah memeriksa ku, dia berbicara atas kondisi ku, aku yakin aku tidak apa-apa fikirku. Ternyata aku salah, aku mendengar perkataan dari dokter itu yang membuat diriku tiba-tiba keluar meninggalkan ruangan itu dan aku hanya bertanya pada diriku "Mengapa ini bisa terjadi? Apa yang selama ini telah kulakukan? Mengapa kau taruh penyakit itu dalam tubuhku?" Aku tau aku akan baikbik saja. Ternyata tidak, lama-kelamaan penyakit ini membuat ku tak bisa berbuat apa-apa. Aku tau lama-kelamaan penyakit ini akan merengut nyawa ku. Cepat atau lambat Aku akan meinggalkan semuanya. 

Aku belum siap tuhan untuk meninggalkan semua orng yang aku sayang. Orang yang aku cinta, tetapi jika ini sudah kehendak mu, aku akan ikhlas menerima semuanya. Dan tolong bawa malaikat untuk menjaganya, dan selalu membuat mereka tersenyum tuhaan. Sekali saja, aku ingin membuat mereka ternsenyum karna ku, dan bahagia bersama ku. Walaupun itu untuk terakhir kalinya. 

RvR~

Rabu, 02 April 2014

Sampai Kapan Aku Bertahan~

"Perkataan apapun itu dari semuaa, buat hidup gue gak tenang. Cukup, apapun ituu aku capek, aku capek selalu menahan rasa yang terpendam atas semua ocehan perkataan membuat ku sakit. Kalian enak punya tempat untuk mencurahkan itu semua, sedangkan aku? Aku tak punya seseorang yang bisa menolong ini semua. Aku hanya menahan, dan membuat diriku sesibuk mungkin, agar aku tidak menyempatkan diri untuk berfikir hal semacam itu. Jujur, sampai saat ini, kalian tak mengerti apa yang ku rasakan, kalian hanya mementingkan untuk keadaan masing-masing. Menjadi diriku, aku merasa tak punya apa-apa kalau difikir dalam-dalam. Tolong, aku hanya ingin sekali saja kalian mengerti posisi ku, aku tak apa kalian berlaku seperti itu. Walaupun aku tak tau sampai kapan aku menampung beban selama 4 tahun lamanya."

Tuhaaan, sampai kapan aku harus begini? Sampai kapan aku menahan semua airmata yang harus mengalir dan berganti dengan senyuman menyakitkan. Tuhan, mereka yang membuat hati ku keras. Mereka yang membuat aku seperti ini, jujur aku kehilangan rasa kasih sayang ku, dan berjuang melawan dunia ini dengan kedua kaki untu berdiri itu sendiri. Kau akan menanyakan pasti, Dimana orang tua ku? Yap! Dia telah mengurusi urusannya masing-masing. Aku tau, mereka memang merawat ku, dan aku hidup kembali setelah itu bersama orang tua ku selama 2 tahun. Itu cukup membayar rasa yang aku rindukan, rasa kekeluargaan ku. Tapi itu berbeda, ingat kata-kata ku "Itu berbeda dan akan selalu berbeda". Ini semua seperti mengganjal, dan aku belum sadar atas itu semua tuhan, aku ingin mengeluh tuhan sekali saja, jika itu diperbolehkan. Sekali saja tuhan, buka mata mereka. Aku tau, mereka tak akan mengerti. Tuhaan, kau tau? Aku lupa bagaimana rasanya dipeluk, dirangkul, dicium sama orang tua ku sendiri. Yaaa, saat ini aku mulai merasakannya kembali, dengan rasa yang berbeda.

Mereka sekarang sudah mempunyai keluarga masing-masing dan mempunyai anak satu-satu diantara mereka. Aku tersingkir dari kehidupan mereka. Aku tak tau mengapa aku bisa berfikir seperti itu, hancurkan itu tuhaan. Aku tak akan pernah PEKA, aku tak akan pernah luluh untuk semua itu. Aku tak akn bisa untuk membuat diriku bahagia, bisa bahagia walaupun sesaat. Seperti minuman keras dan Narkoba, membuat dirikita senang, tapi itu kebahagiaan sesaat.

Kini, dengan cuaca yang suram, dengan suara percikan air yang jatuh ketanah, suara petir yang bergemuruh dimalam hari. Aku akan memulai untuk segala apapun yang terjadi, biar kaki, tangan dan seluruh tubuh ku melawan dunia sendiri. Karna aku tau, disini aku dicoba untuk tidak menggantungkan apapun dengan orang lain. Mencoba melunakkan hati yang sudah terlalu keras atas mendengar dan melihat semua sampai aku harus menahan itu semua setelah 4 tahun lamanya. Dan membuat pijakan untuk menguatkan diri ini agar suatu saat nanti suatu hantaman tak akan berpengaruh untuk diriku sendiri.

Anjirrr ngenes yaaa itu kata-katanyaa, gua baca ampe nangis :'(. Anggep aja itu hanya sebuah kata-kata menyakitkan yang tak tau penulisnya. Emang gak ada penulisnya kok, disitu juga tak tertanda apapun. Tapi itu kata-kata kayanya dari ati broooo dalem banget, kalau gue yang ngerasain mungkin gak kuat. Dan mungkin akn menyerahkan diri. Sudahlaah, ngalir ajaa kaya air dicomberan wkwk~Salam manis RvR~