"Perkataan apapun itu dari semuaa, buat hidup gue gak tenang. Cukup, apapun ituu aku capek, aku capek selalu menahan rasa yang terpendam atas semua ocehan perkataan membuat ku sakit. Kalian enak punya tempat untuk mencurahkan itu semua, sedangkan aku? Aku tak punya seseorang yang bisa menolong ini semua. Aku hanya menahan, dan membuat diriku sesibuk mungkin, agar aku tidak menyempatkan diri untuk berfikir hal semacam itu. Jujur, sampai saat ini, kalian tak mengerti apa yang ku rasakan, kalian hanya mementingkan untuk keadaan masing-masing. Menjadi diriku, aku merasa tak punya apa-apa kalau difikir dalam-dalam. Tolong, aku hanya ingin sekali saja kalian mengerti posisi ku, aku tak apa kalian berlaku seperti itu. Walaupun aku tak tau sampai kapan aku menampung beban selama 4 tahun lamanya."
Tuhaaan, sampai kapan aku harus begini? Sampai kapan aku menahan semua airmata yang harus mengalir dan berganti dengan senyuman menyakitkan. Tuhan, mereka yang membuat hati ku keras. Mereka yang membuat aku seperti ini, jujur aku kehilangan rasa kasih sayang ku, dan berjuang melawan dunia ini dengan kedua kaki untu berdiri itu sendiri. Kau akan menanyakan pasti, Dimana orang tua ku? Yap! Dia telah mengurusi urusannya masing-masing. Aku tau, mereka memang merawat ku, dan aku hidup kembali setelah itu bersama orang tua ku selama 2 tahun. Itu cukup membayar rasa yang aku rindukan, rasa kekeluargaan ku. Tapi itu berbeda, ingat kata-kata ku "Itu berbeda dan akan selalu berbeda". Ini semua seperti mengganjal, dan aku belum sadar atas itu semua tuhan, aku ingin mengeluh tuhan sekali saja, jika itu diperbolehkan. Sekali saja tuhan, buka mata mereka. Aku tau, mereka tak akan mengerti. Tuhaan, kau tau? Aku lupa bagaimana rasanya dipeluk, dirangkul, dicium sama orang tua ku sendiri. Yaaa, saat ini aku mulai merasakannya kembali, dengan rasa yang berbeda.
Mereka sekarang sudah mempunyai keluarga masing-masing dan mempunyai anak satu-satu diantara mereka. Aku tersingkir dari kehidupan mereka. Aku tak tau mengapa aku bisa berfikir seperti itu, hancurkan itu tuhaan. Aku tak akan pernah PEKA, aku tak akan pernah luluh untuk semua itu. Aku tak akn bisa untuk membuat diriku bahagia, bisa bahagia walaupun sesaat. Seperti minuman keras dan Narkoba, membuat dirikita senang, tapi itu kebahagiaan sesaat.
Kini, dengan cuaca yang suram, dengan suara percikan air yang jatuh ketanah, suara petir yang bergemuruh dimalam hari. Aku akan memulai untuk segala apapun yang terjadi, biar kaki, tangan dan seluruh tubuh ku melawan dunia sendiri. Karna aku tau, disini aku dicoba untuk tidak menggantungkan apapun dengan orang lain. Mencoba melunakkan hati yang sudah terlalu keras atas mendengar dan melihat semua sampai aku harus menahan itu semua setelah 4 tahun lamanya. Dan membuat pijakan untuk menguatkan diri ini agar suatu saat nanti suatu hantaman tak akan berpengaruh untuk diriku sendiri.
Anjirrr ngenes yaaa itu kata-katanyaa, gua baca ampe nangis :'(. Anggep aja itu hanya sebuah kata-kata menyakitkan yang tak tau penulisnya. Emang gak ada penulisnya kok, disitu juga tak tertanda apapun. Tapi itu kata-kata kayanya dari ati broooo dalem banget, kalau gue yang ngerasain mungkin gak kuat. Dan mungkin akn menyerahkan diri. Sudahlaah, ngalir ajaa kaya air dicomberan wkwk~Salam manis RvR~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar