Rabu, 25 Maret 2015

Biarkan aku ikhlas~

Darah kering ini masih menempel dalam tangan ku, segera ku bersihkan darah itu dari tangan ku. Tersadarlah dengan luka sobekan yang masih belum tertutup, sakit sekali untuk diingat apa yang terjadi dengan tangan ku. akhirnya aku pergi untuk mengobati luka ku. Jum'at pagi, perasaan ku membaik, entah diri ku seperti telah mengalami hal yang suram. Disaat aku mulai mengingat tetapi otak ku belum bisa mengingatnya air mata ku mengalir perlahan. Ada apa ini? Apa yang terjadi?

Setelah luka ini tertutup, aku mencari ponsel ku yang tadi sebelum berangkat aku belum sempat untuk mencarinya. Aku menemukannya, terlihat sebuat pesan yang datang. ku baca "Hey kau tak apa? Aku mencemaskan mu yang tiba-tiba pergi." Aku tiba-tiba pergi? Ada apa? Aku baca pesan sebelumnya. Seketika itu aku mngambil keputusan jika aku dan dia-yang sekarang telah menjatuhkanku. bertemu semalam.

Dia biarkanku jatuh cinta, dan lalu pergi seenaknya. Mungkin tidak bisa dikatakan pergi, karna dia selalu ada. Dia pernah bilang kalau aku selalu salah menayanyakan satu kalimat untuknya. "Lo masih sayang sama gue?" Dia selalu menjawab "Gue selalu sayang, sayang banget sama lo" Entah kenapa aku selalu percaya kalimat itu. Dan dia pernah bilang sesuatu pada ku lagi, dan dia membuat perjanjian pada ku: jangan perlihatkan wajah itu(kesedihan) pada ku jika aku mengatakan ini-dan aku menepati janji itu. yang ingin dia katakan adalah "Kalau buat sayang gue sayang banget sama lo, dan mungkin gue gak jauhjauh deh dari lo. Tapi jika lo sering nanya ke gue, kalau gue masih cinta sama lo, ini sekarang udah berkurang". Kalau gue gak janji tadi mungkin gue udah lari, bunuh diri dipinggir jalan-lah niat bu?. Enggak, tapi bener hati ku entah mau jadi apa. Telah berulangkali untuk dihancurkan. dan disaat menulis ini aku masih saja bisa menteskan air mata. Akhirnya aku bisa untu mengalihkan pembicaraan waktu itu, dengan hal-hal yang menyenangkan. Sulit rasanya tersenyum pada waktu itu, entah aku merasa berhasil untuk melakukannya. Tetapi dia berbicara "Wajah itu muncul lagi"

Aku berusaha, mungkin sudah seperlimanya aku berjalan untuk melupakannya. dan sekarang banyak alasan untuk mendukung hal ini, hal untuk aku pergi. Perjuangan ku hanya sampai sini, pengorbanan ku hanya sampai sini. Tapi jika aku diberi kesempatan, aku ingin melakukan sesuatu padanya. Aku ingin melakukannya agar dia bisa melupakan ku, benarbenar hilang dari hidup ku. Dan aku melakukannya dengan ikhlas, tanpa perasaan lagi. setelah itu bagian aku yang akan pergi dengan ikhlas, tolong aku izinkan aku untuk menyimpan kenangan ini. Karena dia yang sudah bertahun-tahun berada disampingku.

 Aku ingin tak punya perasaan, karena perasaan ku membunuh ku disini.

Salam hangat karena hatiku sangat dingin.
RvR~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar