Kamis, 19 Januari 2017

Terjebak

Semut mencari makanan untuk bertahan hidup, ia melihat gulaitu di dalam wadah terbuka. Kemudian ia masuk untuk mendapatkan gula tersebut, dan seketika wadah itu tertutup dan ia terjebak dalam wadah dengan gula yang tidak ia dapatkan. Dia terjebak dalam suatu wadah dan tak bisa memilik gula itu, tapi suatu saat jika wadah ini terbuka dia pasti akan mendapatkannya. Entah kapan wadah itu akan terbuka.

Sama halnya dengan hati ku yang terjebak dengan situasi yang benar-benar tidak bisa diduga. Aku harus menahan suatu rasa untuk menjadikan situasi ini lebih baik. Tanpa aku memberitahukan bagaimna perasaan ku terhadapnya dan aku pun tau bagaiman perasaanya terhadap ku. Menurut ku itu tak berguna, mengapa? aku hany dikutuk untuk menahan suatu rasa. Dihadapannya dengan diam aku bersuara.

Aku tau aku terjebak disini perasaan ini akan mati perlahan.. Perlahan aku tak akan kembali muncul dihadapannya dengan perasaan ini. Kembali dengan perasaan sakit yang lebih sakit. Air mata terjatuh dengan mudahnya, kembali hati mematikan lampunya, menjadikan hati ini redup, tak berwarna. Jika kau mengatakan kau tak akan kemana, apakah aku harus percaya?? 
 Aku harus bagaimana? Kau tau? Aku bingung harus bagaimana. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar