Tertunduk lemas, pikiran melayang. Entah apa yang sedang aku pikirkan. Sungguh aku susah menjelaskannya, menjabarkan apa yang sedang aku pikirkan saja itu sulit. Jika kau tau kebenarannya, ap yang aku rasakan cuma bisa aku pendam, jika kau ingin mengutaraanya, aku hanya bisa berteriak dalam keramaian. Itu sudah cukup bagi aku. Tapi. Mengapa ada tapi? Karna dibalik cerita ada sebuah cerita. Anggap saja. "Real story"
Dimana banyak sekali tangisan dibalik sebuah senyuman, banyak sekali canda tawa dibalik kesakitan, banyak sekali manusia yang tabah dibalik manusia yang rapuh. Itulah dunia, itulah cerita, itulah drama. Kesaksian ku menyatakan, semua manusia jarang melontarkan kisah yang asli, banyak drama, banyak kepalsuan. Anggap saja, dia susah untuk jujur kepada diri sendiri.
Aku? Akupun sama. Aku sering menutup diri ku. Membuat orang yang ada disekitar ku bahagia karna ku. Kadng aku berhasil kadapun tidak. Kalian akan tahu sendiri, coba rasakan.
Memendam itu menyakitkan, menahan semuanya itu menyakitkan, kalian seperti membunuh diri sendiri, percaya pada ku. Walapun itu karna suatu alasan, hati muu lamalama akan tersakiti dengan sendirinya, walaupun tak ada yang menyakiti mu.
Jika kau bilang "Akan ku pasrahkan pada sangwaktu" Dia tidak akan melakukan apa-apa jika kau tak melkukan usaha. Berusaha untuk terbuka, dan percaya dirilah. Hati mu akan terjaga dengan baik.
Pesan dari ku, jangan sampai ada yang menyakiti mu, walaupun itu orang yang kau sayangi sekalipun. Jangan kau membiarkan kau terakiti oleh seseorang yang kau cintai. Karna mencintai itu tidak untuk menyakiti, tapi untuk saling memberi rasa kenyaman satu sama lain.
Salam Rvr~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar