Jumat, 15 April 2016

Dia memilih untuk pergi..

Pagi yang cerah..
Teringat bahwa diriku ditetapkan menjadi pengangguran. Karna Ujian tingkat nasional pun telah seminggu terlewati. Hari-hari ku penuh dengan kesunyian, hanya sebagian kawan ku mengajak ku keluar sekedar makan siang bersama. Suatu ketika Hp ku berdering menandakan pesan pagi datang, "Selamat pagi sayang" itu yang tertera. Senyum pagi terlukis di wajah ku, semangat pagi yaaa walau ku tau dirinya sedang menjalankan ujian. Tiba-tiba dia mengajak ku ketemuan tadi malam, perasaan ku tak menentu, akhirnya dia mengajak ku bertemu, yaa setidaknya aku bisa menatap wajahnya lama. Dia menginginkan nanti malam, tepatnya jam 07.30.

Entah bagaimana ceritanya disitulah rasanya rasa rindu ku akan terobati. waktu pun mengalir cepat menetapkan jam 11.30 sekitar segitu dia menelpon ku, untuk datang lebih cepat kerumah ku. Aku kaget dan langsung cepat keluar rumah. melihat wajahnya aku sudah melepas rinduku. Dia berbasabasi ria kepada ku.. Suasana berbicara mulai lebih melow..
Dan kata terlarang itu keluar dari mulutnya, membuat diriku tersentak kaget. Ada apa dengan dirimu, mengapa kau bilang seperti itu pada ku. hati ku teriakteriak padanya, aku hanya bisa diam. Tak berkutik apa-apa.

Mengapa dia memilih untuk pergi? Sedangkan aku ingin selalu bersamanya.
Mengapa dia memilih untuk berhenti mencintai ku, sedangkan aku ingin terus mencintainya
Apa yang harus kulakukan, aku menata masa depan ku untuknya :'(
Apakah langit lebih memilih untuk terhembus angin, daripada menurunkan hujan yang menimbulkn pelangi?
Melangkah pergi, dan tak kembali pulang..

Aku selalu mencitainya, sungguh tulus didalam hati ku. Tolong kembali, walaupun itu mustahil. Aku akan tetap menunggu mu disini ditempat yang sama menunggu mu kembali untuk pulang.

Salam Rvr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar