Kau..
Kisah cinta yang telah aku sempurnakan dengan hadirnya waktu
dan jarak. Seperti bulan sabit melambangkan
senyummu yang tak bisa ku gapai, aku hanya merundukkan kepalaku tak lagi menatap
langit. Ingin sekali menatapnya, apa daya hanya sebuah perumpamaan dan akan
membuat ku lebih sangat merindukannya. Lagi dan lagi..
Hujan turun mengalirkan ingatan, kembali melangkah mundur. Kau
bersama semua banyangan mu, mengetuk jendela kamar ku, dan masuk kedalam otak
ku memutar sebuah cerita. Dalam ingatan ku, sangat jelas senyuman mu yang
membuatku enggan untuk berpaling ke lain hati. Dimana diri ku ihklas mabuk atas
pesona mu yang mampu membuat mata ku tak berkedip.
Kau bisikkan kalimat yang menghujam dalam relung hati ku “ Aku mencintai mu, dan akan selalu mencintai
mu.”
Jarak dan airmata.
Rvr~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar