Jumat, 30 September 2016

Kau,..

Kau..
Kisah cinta yang telah aku sempurnakan dengan hadirnya waktu dan jarak. Seperti bulan sabit  melambangkan senyummu yang tak bisa ku gapai, aku hanya merundukkan kepalaku tak lagi menatap langit. Ingin sekali menatapnya, apa daya hanya sebuah perumpamaan dan akan membuat ku lebih sangat merindukannya. Lagi dan lagi..

Hujan turun mengalirkan ingatan, kembali melangkah mundur. Kau bersama semua banyangan mu, mengetuk jendela kamar ku, dan masuk kedalam otak ku memutar sebuah cerita. Dalam ingatan ku, sangat jelas senyuman mu yang membuatku enggan untuk berpaling ke lain hati. Dimana diri ku ihklas mabuk atas pesona mu yang mampu membuat mata ku tak berkedip.


Kau bisikkan kalimat yang menghujam dalam relung hati ku  “ Aku mencintai mu, dan akan selalu mencintai mu.”

Jarak dan airmata.
Rvr~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar