Langit mulai menggelapkan wajahnya, aku menghirup aroma kopi yang masih mengepulkan asapnya. Betapa tenangnya senja. Aku hanya ingin kau tau, di tempat ini dalam waktu yang sama aku dan kamu duduk berdua meghabiskan senja sampai matahari benar-benar tenggelam. Selalu diriku terjebak akan kerinduan yang memang benar tak akan ada habisnya. Sampai kapan aku terus menunggu, sampai kapan aku menghitung waktu.
Waktu..
Tak akan ada habisnya..
Tak akan bisa diulang..
Terjadi dan akan tetap terjadi..
Rekayasa atau kenyataan..
Tak ada rekayasa
Benar adanya takdir.
Berjalan mundur..
Tak akan pernah terjadi..
Maafkan hati ini yang selalu ribut akan hadirnya dirimu, tapi aku hanya rindu dan akan selalu rindu. Perlahan-lahan waku akan berputar memang tak akan secepat hebusan angin yang kutitipkan rinduku padanya, Waktu perlahan berputar sampai akhirnya sampai ditentukannya aku bertemu dengan kekasih jauh ku. Memang perjalanan ini sangat hambar dan lamban, bersama perasaaan yang saling mengikat tetap akan terjadinya perjumpaan, entah sampai kapan waktunya.
RvR~
500km
Tidak ada komentar:
Posting Komentar